Rabu, 13 November 2013

Kekurangan Di Balik Pesatnya Perkembangan Kota Pontianak




Apa kabar semuanya?  Semoga sehat-sehat saja ya. 

Beberapa minggu yang lalu, kita sudah memperingati hari jadi kota Pontianak yang ke 242. Sudah lumayan tua juga ya. Dengan umur yang sudah berpengalaman seperti itu, sudah pasti banyak sekali perkembangan yang terjadi di kota kita ini.
Mulai dari sektor penduduk yang semakin lama jumlah penduduknya semakin bertambah. Kemudian juga dari sektor pendidikannya, karena standard kurikulum pendidikan di kota ini yang sedikit demi sedikit semakin di tingkatkan serta jumlah sekolah yang semakin menjamur. Tidak ketinggalan dari sektor kesehatan, karna semakin lama, Rumah Sakit serta Klinik di kota ini semakin bertambah seiring semakin banyaknya lulusan dokter di Pontianak. Dan baru-baru ini, UMP (Upah Minimum Pekerja) Provinsi Kal-Bar untuk 2014 ditetapkan menjadi Rp   1.380.000naik 30% dari tahun 2013 yang Rp   1.060.000Hal ini semakin menunjukan progress yang positif dari kota ini. Namun, dari sekian banyaknya perkembangan yang terjadi, Kekurangan di kota ini juga masih tehitung cukup banyak.

Kekurangan di kota Pontianak ini tidaklah sedikit. Salah satu contohnya adalah masih minim-nya fasilitas umum yang tersedia sehingga sedikit mempersulit masyarakat untuk beraktfitas. Mungkin terdengar sepele, Tapi jangan salah! Jika hal ini terus dibiarkan, maka produktifitas dalam kota ini bisa saja melambat, dan hal ini dapat berakibat melemahnya pertumbuhan dari kota Pontianak, terutama dari segi Ekonomi dan Produksi. Tentu saja kita semua tidak ingin itu terjadi. Tapi kenyataanya memang begitu. Selain dari fasilitas umum, masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat di dalam kota ini yang akan sangat baik jika segera ditangani. Beberapa hal tersebut antara lain:



1.       Polusi udara


Salah satu Kekurangan yang mencolok di kota ini adalah polusi udaranya yang lumayan tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat kota ini yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktifitas, dan sedikitnya transportasi umum. Hal ini memang cukup menggangu, Apalagi jika kita harus beraktifitas pada siang hari. Tidak ketinggalan kabut asap yang terkadang setiap tahun selalu menghinggapi kota ini dikarenakan pembakaran hutan yang semakin marak terjadi. Apa yang saya katakan ini mungkin terdengar sepele. Namun jika ini dibiarkan, hal ini bisa menggangu kesehatan yang akan berdampak pada penurunan produktifitas seseorang. Serta juga dapat MENURUNKAN perkembangan yang sudah terjadi di sektor kesehatan. Untuk memperbaiki yang satu ini memang agak sulit. Hampir tidak mungkin kita akan menyuruh setiap masyarakat di kota ini untuk meninggalkan kendaraan bermotor dan beralih menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki, mengingat di masa ini, efesiensi waktu sangat dibutuhkan di kota ini dikarenakan jam kerja yang padat. Nah, maka dari itu, ada baiknya cara yang termudah untuk menguranginya adalah dengan MENANAM BANYAK POHON DI SEPANJANG JALAN UTAMA YANG SERING DILALUI KENDARAAN. Mengapa saya memberikan saran seperti itu? Simple saja, karna dengan menanam  pohon di sepanjang jalan yang sering dilalui kendaraan, dapat mengurangi polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan secara langsung, sehingga polusi yang dikeluarkan tidak sempat tercemar ke tempat lain. Selain itu hal tersebut juga dapat menambah daya tarik tersendiri dari kota ini. Dan saran untuk mengurangi kabut asap, kalian semua pasti sudah tahu. “Jangan membakar hutan”. Intinya, dengan mengurangi polusi udara, setidaknya kita bisa lebih merasa nyaman dalam beraktifitas

Berita tentang kabut asap dan polusi
di kota Pontianak


2.       Sedikitnya tempat wisata


Fakta mengenai sedikitnya tempat wisata di Pontianak sudah bukan menjadi sebuah rahasia umum. hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan saja karna dapat membuat kota Pontianak ini “seolah-olah” menjadi kota yang membosankan, sehingga dapat mengurangi minat para Turis lokal maupun asing untuk berkunjung ke kota kita yang tercinta ini. Dari yang saya amati sendiri, beberapa tempat wisata yang terletak tepat di kota Pontianak hanyalah taman Alun-Alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, dan beberapa rumah adat. Kurangnya tempat wisata dapat membuat pendapatan kota dari sektor pariwisata menjadi berkurang. Ini juga cukup memprihatinkan, mengingat kota ini adalah ibukota Kalimantan Barat, yang seharusnya menjadi daya tarik utama dari provinsi Kalimantan Barat.
Setidaknya, agar masyarakat di kota ini dapat berwisata singkat di hari Minggu, seharusnya pemerintah dapat menyediakan tempat wisata yang paling tidak terletak di pusat kota agar mudah dikunjungi. Mungkin seperti Kebun Binatang ataupun lapangan terbuka hijau yang memiliki fasilitas lengkap. Keuntungan dari dibangunnya tempat wisata tidak hanya dari segi pendapatan daerah. Namun juga dapat membuka lapagan pekerjaan sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu dibukanya tempat wisata juga bisa meningkatkan produktifitas dan aktifitas dari para pekerja. Mengapa? Sangat simpel! Karna dengan berwisata di hari Minggu, dapat membangun mood yang lebih baik, sehingga membuat kita dapat bekerja dengan lebih semangat dan konsentrasi pada hari-hari biasa.



3.       Transportasi umum yang sedikit dan kurang layak


Nah, ini juga merupakan salah satu masalah kota ini. Transportasi umum yang kurang, bahkan jika ada, fasilitas yang disediakan tidak terlalu layak. Prihatin? Tentu saja. Ini juga berhubungan dengan poin no 1 tadi yang menyangkut polusi. Jika saja 1 angkutan umum dapat mengangkut 150 orang, maka jika ada 10 angkutan umum, secara tidak langsung hal tesebut sudah mengurangi polusi dari kendaran sebanyak 1500 kendaraan. Mengingat jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, mengurangi 1500 kendaraan adalah jumlah yang sangat berperan dalam mengurangi polusi di kota ini. Namun bukan berarti di Pontianak ini tidak ada angkutan umum. semua kota pasti memiliki angkutan umum. hanya saja, di kota ini jumlahnya yang sangat sedikit dan jika ada, kondisi angkutannya seringkali tidak layak. Mengapa ketidaklayakan kondisi angkutan juga berpengaruh? Tentu saja, karna jika kondisi angkutan tersebut kotor dan tidak terawat, maka hal tersebut dapat mengurangi minat para pengguna angkutan umum, dan KEMBALI beralih menggunakan kendaraan pribadi. Masalah lain yang ditimbulkan dari angkutan umum yang sedikit adalah kemacetan. Memang tidak separah Jakarta, tapi apa kita mau berkendara namun tersendat oleh beberapa kemacetan? Tentu tidak. Karna hal itu juga menyebalkan. Maka di poin ini saya ingin memberi saran yang sudah pasti semua mengetahuinya dari awal tulisan poin ke 3 ini. “Perbanyak angkutan umum dan perbaiki fasilitasnya”


Sebenarnya masih banyak kekurangan-kekurangan di kota ini yang ingin saya berikan saran. seperti Pencemaran air, Sampah, Banjir, dan masih bayak lagi. Namun dibalik kekurangan itu semua, pastinya ada kelebihan yang mungkin lebih berpengaruh dibandingkan kekurangan itu sendiri. Intinya, hal yang harus dilakukan jika ingin kota kita indah adalah “Jaga, rawat, dan perbaiki” serta menanamkan rasa Cinta dan tanggung jawab akan kota kita sendiri, baik sebagai kota kelahiran maupun bertempat tinggal.

Sekaligus mengakhiri tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan Selamat ulang tahun untuk kota Pontianak yang ke 242. Semoga di umur yang sekarang, kota ini dapat berkembang menjadi kota yang jauh lebih baik dari sebelumya, serta masyarakatnya yang disiplin, adil, ramah, dan sejahtera. Amiiin


Sampai bertemu kembali….




Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Pontianak 242 dan turut didukung oleh beberapa pihak sponsor, sebagai berikut:

Bentuk Sumbangsih: Uang Tunai 200 Ribu Rupiah
  1. Dwi Wahyudi
  2. Rohani Syawaliah
  3. Bang Gusty
  4. Pontianak Creative Association
  5. Bang Apri
Bentuk Sumbangsih: Hadiah Tambahan :

1. Wedding Pontianak
Hadiah: Voucher Paket Pernikahan Senilai 300 Ribu Rupiah

2. Pontianak Post
Hadiah: Paket Buku Dahlan Iskan dan Koleksi Eksklusif Pontianak Post

3. Bang Ahmad S. DZ.
Hadiah: 3 Buah Buku “Pontianak Heritage” yang Ditandatangani Penulisnya

4. Sang Bintang School
Hadiah: Voucher Senilai 1 Juta Rupiah untuk Paket Pendaftaran “6 Minggu Bisa”

5. Abimanyu Yusuf (Indobit Technology)


Hadiah: Paket Hosting Gratis Selama 1 Tahun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar